Sapi, Binatang Berkaki Empat yang Menjadi Komoditi

Sekilas di benak terpikir oleh binatang berkaki empat milik orangtua saya. Binatang tersebut tidak asing bahkan bisa dibilang setiap hari bisa bertemu dan melihatnya. Ya, binatang itu adalah sapi. Binatang yang sering dipelihara untuk diambil dagingnya tersebut sempat meracuni pikiran saya untuk menulis artikel ini.

Apa yang sebenarnya akan kita bahas??? Pasti nantinya akan ada pertanyaan demikian. Sebelum kita melangkah lebih jauh lagi tentang sapi ini, mari kita coba telaah dan kita cari-cari apa sih karakter yang kita lihat dari seekor sapi? Bau? Jijik? Kotor? Gempal? Rakus? Kuat? Besar? Atau ada yang lain lagi yang be;um disebutkan?? Silakan ditambahkan sendiri ya sobat blogger.

Mari coba kita ulas mengenai beberapa karakter sapi dari sudut pandang lain yang mungkin belum tersentuh oleh pikiran kita.

Sekilas ketika ada yang bilang sapi langsung terpikirkan tentang susu atau daging. Ya, susu. Susu sapi yang terkenal adalah susu sapi Boyolali. Kota di Jawa Tengah yang terkenal dengan sebutan kota susu ini memang tidak diragukan lagi ketenarannya. Jadi, sapi yang menjijikkan itu ternyata bisa menghasilkan nutrisi yang sangat bagus dibutuhkan oleh tubuh kita.

Kaya akan daging, yang ini juga sudah biasa kita tahu bahwa sapi yang sering dipelihara oleh orang adalah digunakan untuk dijual dan diambil dagingnya. Menjadikan komoditi yang sangat menjanjikan.

Bau? Memang benar, sapi itu bau kalau kotoran menempel pada tubuhnya dan jarang dibersihkan. Tapi apakah sempat terpikirkan oleh kita ketika mencium wanginya aroma sapi tersebut?? Hmmmmm, paling mau mutah kalau kepikiran olehnya. Hehehe

Dari karakter bau si Sapi, dapat kita ambil makna atau apa saja yang akan muncul menjadi sebuah ide brilian. Nah, ketika ada yang berfikir dari satu sisi sapi itu bau, ternyata bisa kita pikirkan juga untuk mendatangkan rejeki bagi kita. Kotorannya bisa diambil dan digunakan sebagai pupuk, dan pupuknya pun bagus buat tanaman karena alami dan tidak ada kandungan zat sepertii ketika kita menggunakan pupuk buatan pabrik. Sisi lain juga dapat dipikirkan ketika sapi itu memang bau adalah dengan mengadakan jasa ‘cuci sapi’ atau kalau didaerah Klaten itu namanya ngguyang. Pasti tidak terpikirkan bukan? Karena kita sering memandang dari satu sisi saja. Hehehe

Rakus? Karakter sapi yang satu ini ternyata tidak kalah juga dengan tingkah manusia yang kadang memang rakus. Tapi coba kita lihat dari sisi lain ketika si Sapi ini memiliki karakter rakus. Coba kita bayangkan ketika kita memasak dan sisanya masih banyak, ketika semua orang sudah tidak mau memakannya bukankan dapat kita berikan kepada sapi tersebut? Jadi bisa sebagai tempat akhir dari sisa-sisa makanan. So, tidak ada yang namanya mubadzir. Hehehe

Kuat? Iya, karakter sapi yang satu ini memang sudah seringkali kita tahu bahwa ketika sapi ini kuat, dapat dimanfaatkan sebagai pembajak sawah yang handal. Namun seiring berkembangnya teknologi khususnya pertanian, sapi yang kuat ini sudah mulai tergantikan oleh pembajak buatan manusia yang sudah mengakomodasi teknologi robot. Haduhhhh, udah ga dipakai lagi deh.

Namun ada yang lain lagi yang bisa didapat ketika mengetahui karakter sapi yang kuat ini. Pada saat ada workshop tentang business plan beberapa waktu yang lalu, seorang teman saya memang sedikit agak nyeleneh, yaitu dapat mendirikan jasa arsitek kandang sapi. Nah loh, aneh-aneh aja kan?? Namun ketika ditelaah lebih lanjut, belum ada juga yang yang pernah berpikir tentang hal itu. Kandang sapi yang ‘jaman dulu’ memang mempunyai konstruksi yang lumayan kuat, tidak sembarang orang bisa membuat dan menentukan seberapa besar, tinggi, kuatkah kandang sapi tersebut.

Nah, beberapa gambaran tentang karakter sapi tersebut sekiranya dapat memberikan gambaran tentang bagaimana kita seharusnya berfikir dari beberapa sisi dalam kehidupan ini.

Semoga tulisan ini bermanfaat bagi semua. ones

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Sapi, Binatang Berkaki Empat yang Menjadi Komoditi"

Post a Comment