Berpikir Positif

Orang Jawa sering mengatakan hal-hal yang sering membuat kita menjadi bertanya-tanya dalam hati atau mungkin malah kita tanyakan ke orang lain. Sebagai contoh saya coba ambilkan kalimat sebagai berikut “Jangan makan di tengah-tengah pintu,,itu ga baik”, “kalau makan jangan sambil tiduran,,” dan lain sebagainya.

Sebenarnya, jika kita mengambil pelajaran dari kalimat tersebut meskipun ga dijelaskan secara detail, kenapa dan bagaimananya. Mengapa orang tua dahulu mengatakan demikian? Itu karena kalau ada yang makan di tengah pintu akan mengganggu orang yang mau lewat pintu tersebut. Untuk kalimat yang dilarang makan sambil tiduran itu juga sebenarnya pesan yang ada itu baik sekali, kenapa makan tidak boleh tiduran?itu karena kita ditakutkan kalau tersedak.

Nah kenapa seringkali kita mengartikan sesuatu hal itu ada kejadian mistis, atau yang lainnya tanpa kita harus berpikir kearah yang positif. Karena kita sering tidak berpikir positif maka seringkali kita salah paham atau bahkan sampai berselisih.

Semua orang yang berusaha meningkatkan diri dan ilmu pengetahuannya pasti tahu bahwa hidup akan lebih mudah dijalani bila kita selalu berpikir positif. Tapi, bagaimana melatih diri supaya pikiran positiflah yang ‘beredar’ di kepala kita,tak banyak yang tahu. Oleh karena itu, sebaiknya kita kenali saja dulu ciri-ciri orang yang berpikir positif dan mulai mencoba meniru jalan pikirannya.

Berikut saya coba cuplikkan beberapa ciri-ciri orang yang berpikir positif:

1. Melihat masalah sebagai tantangan.

Orang yang melihat sesuat hal sebagai tantangan akan merasakan enjoy pada saat menghadapi masalah tersebut. Lain halnya ketika dengan orang yang melihat masalah sebagai cobaan hidup yang terlalu berat dan bikin hidupnya jadi paling sengsara sedunia.
2. Menikmati hidupnya.

Pemikiran positif akan membuat seseorang menerima keadaannya dengan besar hati, meski tak berarti ia tak berusaha untuk mencapai hidup yang lebih baik.
3. Pikiran terbuka untuk menerima saran dan ide.

Mencoba membuka cakrawala pengetahuan yang seluas-luasnya. Karena dengan begitu, boleh jadi ada hal-hal baru yang akan membuat segala sesuatu lebih baik.
4. Mengenyahkan pikiran negatif segera setelah pikiran itu terlintas di benak.

‘Memelihara’ pikiran negatif lama- lama bisa diibaratkan membangunkan singa tidur. Sebetulnya tidak apa-apa, ternyata malah bisa menimbulkan masalah. Ketika diselimuti dengan pikiran negative maka akan sering berbuat yang sebenarnya itu tidak perlu dilakukan.
5. Mensyukuri apa yang dimilikinya.

Tidak berkeluh-kesah tentang apa-apa yang tidak dipunyainya
6. Tidak mendengarkan gosip yang tak menentu.

Sudah pasti gosip berkawan baik dengan pikiran negatif. Karena itu, mendengarkan omongan yang tak ada juntrungannya adalah perilaku yang dijauhi si pemikir positif. Ia akan lebih senang melihat hal yang bersifat fakta, bukan hanya sekedar teori semata.
7. Tidak bikin alasan, tapi langsung bikin tindakan.

Pernah dengar pelesetan dari kata NATO (No Action, Talk Only)? Hal yang demikian bukan merupakan tipe-tipe orang yang berpikir positif.
8. Menggunakan bahasa positif.

Maksudnya, kalimat-kalimat yang bernadakan optimisme, seperti “Masalah itu pasti akan terselesaikan,” dan “Dia memang berbakat.”
9. Menggunakan bahasa) tubuh yang positif.

Di antara bahasa tubuh yang dapat diperlihatkan adalah senyum, berjalan dengan langkah tegap, dan gerakan tangan yang ekspresif, atau anggukan. Mereka juga berbicara dengan intonasi yang bersahabat, antusias, dan ‘hidup’.
10. Peduli pada citra diri.

Itu sebabnya, mereka berusaha tampil baik. Bukan hanya di luar, tapi juga di dalam

Sedikit motivasi buat hari supaya kita tidak berpikir negatif dalam menjalani hidup ini. Hidup dengan pikiran positif akan membawa dampak yang positif pula. Semoga tulisan ini bermanfaat. ones

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Berpikir Positif"

Post a Comment