Ayam Kampung Vs Ayam Broiler

Blogger kali ini memang agak beda dengan biasanya, kali ini kita berhijrah sebentar ke dunia per-hewanan.hehehe.

Mengusik dan menggelitik juga ketika ditanyakan tentang 2 pilihan. Tetapi pilihannya cukup unik, Anda pilih ayam kampung atau ayam broiler??? Mari kita coba untuk membandingkannya terlebih dahulu sebelum kita memilihnya.

Perbedaan antara ayam kampung dan broiler ini perlu diperhatikan sebelum memilihnya. Adapun perbedaannya antara lain :

1. Ayam Kampung

  • Cara pemeliharaannya dibiarkan keluyuran sesukanya tapi pada akhirnya pulang ke kandangnya juga.
  • Dagingnya keras namun mempunyai rasa khas.
  • Lebih gesit , lincah dan susah ditangkap.
  • Tahan terhadap perubahan cuaca atau iklim (lebih bandel).
  • Bila diberi makan oleh pemiliknya, setelah selesai dia pergi mencari makan sendiri.
  • Dari sejak kecil (kuthuk : bhs jawa) sudah bisa mencari makan sendiri.
  • Kalau dijual harganya lebih mahal.

2. Ayam Broiler

  • Cara pemeliharaannya dibuatkan kandang dengan skala yang kecil dan tidak bebas bergerak ke sana kemari.
  • Dagingnya lunak, banyak lemaknya.
  • Gampang banget untuk ditangkap, dan perlakukan sesuka pemiliknya.
  • Tidak tahan terhadap perubahan cuaca atau iklim.
  • Tidak bisa mencari makan sendiri, makan hanya jika diberi makan oleh pemiliknya.
  • Dari sejak kecil (kuthuk : bhs jawa) hanya melalui perlakuan makan, obat, dan akhirnya disembelih. Dengan kata lain usianya pendek.
  • Kalau dijual harganya murah.

Nah, sekarang setelah kita membandingkan 2 macam ayam tersebut, mau pilih yang mana ketika kita disuruh memilih???

Dari uraian data dan fakta di atas yang sudah terbukti dan benar-benar nyata dalam kehidupan per-Ayam-an, maka kali ini dapat kita ambil pelajaranya. Mari kita coba menelaah apa yang dapat kita ambil pelajaran dari kedua ayam tersebut,

Orang yang hanya mendapat perlakuan atau bahkan melakukan kegiatan seperti ayam broiler, maka dapat dipastikan hidupnya kurang atau bahkan tidak berkembang. Kenapa demikian??? Mari kita ambil contoh dengan orang yang melakukan aktivitas monoton, kemungkinan untuk berkembangnya lumayan susah. Berbeda dengan orang yang pergi kesana kemari untuk memperbanyak ilmu, dan membuka wawasan. Orang yang gesit, lincah, ulet , dan mudah menyesuaikan dengan lingkungan dimana ia berada, maka akan sangat mudah pula untuk mengembangkan keahliannya. Wawasan yang akan didapatkannya jauh lebih banyak daripada orang yang hanya hidup seperti ayam broiler dengan kehidupan yang monoton.

Orang yang bertipe seperti ayam kampung ini, maka dia tidak akan susah-susah untuk mencari tempat kerja. Banyak yang akan mencari orang seperti ini dengan sendirinya.

Orang yang berhasil bukan orang yang hidupnya diselimuti dengan kemudahan, namun orang yang sukses adalah orang yang bisa menghadapi sulitnya masalah yang sering didapatkannya.

Mari beranjak untuk menjadi seperti Ayam Kampung dan bukan menjadi Ayam Broiler. Semoga tulisan ini berguna dan bermanfaat bagi kita semua. -ones

Subscribe to receive free email updates:

3 Responses to "Ayam Kampung Vs Ayam Broiler"

  1. Harus jadi seperti ayam kampung
    hahaha

    ReplyDelete
  2. thank for your attention mr. Kukuh,,,

    ReplyDelete
  3. wah mntep2,,,
    follow me bm70ko.blogspot.com

    ReplyDelete